wkwkwkwkwk...
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/16/367/776883/ketenangan-dalam-keperihan-akhir-bulan
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/16/367/776883/ketenangan-dalam-keperihan-akhir-bulan
Ketenangan dalam Keperihan Akhir Bulan
Minggu, 17 Maret 2013 11:48 wib
-
Browser anda tidak mendukung iFrame

Muhammad Machrush Cania Putra. (Foto: dok. pribadi)
HIDUP di dunia memang sebentar saja, ada akhirat di seberang sana. Tak perlu kau meragu dan berpikir, cukup jalani dengan keyakinan.
Menjadi mahasiswa merupakan pilihan yang berat. Belajar dan berprestasi
merupakan agenda wajib yang selalu diusahakan. Dengan memilih menjadi
mahasiswa, kita telah meninggalkan kesempatan-kesempatan berharga
seperti bekerja dan sebagainya. Akibatnya, kita pun tidak
berpenghasilan. Jadi alangkah ruginya bila pilihan sebagai mahasiswa ini
tidak kita maksimalkan.
Sebagai mahasiswa yang tidak bekerja, pastilah kita menggantungkan diri
pada kiriman dari orangtua maupun penyokong lainnya, seperti beasiswa.
Baik kiriman uang maupun beasiswa biasanya diberikan saat awal bulan.
Rutinitas ini mengakibatkan sindrom galau di akhir bulan, ketika
ketebalan dompet sudah tidak bisa mengganjal kebutuhan dan keinginan
yang begitu tidak terbatas. Biasanya ditandai dengan mulainya
menghindari kafe dan beralih pada warung kopi.
Berbagai solusi seperti meminjam uang ke sana ke mari dan meminta uang
tambahan atau sekedar meminta percepatan kiriman dengan berbagai alasan
yang meyakinkan adalah agenda wajib sebagian mahasiswa. Ya, mungkin
dengan mengambil moto “gali lubang tutup lubang” keuangan dirasa tidak
masalah bagi beberapa mahasiswa. Padahal, moto ini pada sebagian
mahasiswa sering kali menjadi cara yang sangat menyesatkan. Terlebih
ketika ternyata lubang yang kita gali terlalu dalam dan tak cukup dana
untuk menutup lubang sebelumnya. Kondisi inilah yang biasanya memicu
keterampilan negosiasi mahasiswa terutama dalam membayar utang dan kos
atau kontrakan rumah.
Pada prinsipnya ketenangan adalah kunci utama dalam menghadapi masalah.
Dengan ketenangan kita dapat selalu berpikir positif tentang semua
permasalahan yang timbul. Jika tenang, maka kita akan siap berargumen
saat keadaan mendesak (saat penagihan untuk pembayaran kos dan utang),
lebih rajin beribadah (mengharap rezeki), menjadi soleh dengan mengimbau
untuk senantiasa bersedekah, dan banyak hal lainnya. Melaksanakan
unsur-unsur ibadah seperti menjaga silaturahim juga bisa menjadi salah
satu solusi. Mungkin dari kunjungan kita ke kerabat, kita bisa mendapat
proyek bisnis, tambahan ide, kesenangan dan bahkan sekadar jamuan makan
siang. Hal tersebut dapat terjadi karena kita akan mengingat kembali
bahwa setiap makhluk hidup memiliki jatah rezekinya masing-masing yang
dijamin sendiri oleh Tuhan. Lihat saja orangtua burung yang tidak
sekolah ataupun bekerja di kantor dan menerima gaji masih tetap bisa
bertahan hidup. Mereka selalu membawa makanan di sore hari untuk
anak-anaknya di sarang. Jadi dengan ketenangan, segala masalah akan
terasa mudah dan selalu dapat diatasi.
Ketenangan dalam menghadapi akhir bulan ditambah dengan kerja keras akan
menghasilkan kesempatan besar. Karena dengan kesulitan kita akan
berpikir dan dengan kerja keras hasil pemikiran akan tercapai.
situs yang rela nge-post :
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/16/367/776883/redirect