Sabtu, 20 Juni 2015

Hilangnya Seni Kehidupan



Ini adalah sebuah tulisan puisi yang aku karang saat mengikuti lomba di IPB namanya IPB Art Contest atau biasa disingkat IAC.
sebenernya ragu gak ragu gitu untuk ikutan, secara kita bukan anak sastra ataupun pencinta sastra sejati, yaaa cuman modal seneng beberapa karya sastra yang terkenal aja sih..
yah lumayan lah walau bermodalkan nonton film tenggelamnya kapal van der wijck dan baca buku siroh nabawiah Muhammad yang menggunakan gaya sastra karya tasaro GK alhamdulillah dapet juara 3
gak tau karena karyanya yang lumayan...
gak tau karena ane angkatan paling tua yang ikutan, jadi mungkin panitianya iba... hehehe
nih gan, cekidot saja karangannya: 
 
Disini adalah tanah pujaan diri
Mamaku berpijak disini dan menunjukan bahwa surya melintangi kita nak, tepat diatas kita
Menerangi gua-gua kesunyian hati
Mengiringi pertumbuhan kami
Menyirami punggung-punggung dedaunan
Untuk ternak-ternak yang ingin kenyang
Memanglah subur yang orang bilang

Bocah-bocah gemuk dan pemuda kekar
Ibu-ibu cantik dan juga pintar
Bapak-bapak puas tak berkelakar
Bergotong-royong tanpa gentar
Bukan karena takut atau ingin dibayar
Swadaya merupakan moto yang terpapar dalam layar


Senanglah Ibu-ibu saling memasak dalam hajatan
Tak mesti anting-anting yang menantang pandangan
Atau cincin yang menyangkut dijemari
Memang pantas sayang bapak berkumandang
Dalam gubung hangat tersayang


Sejahtera bukanlah soal uang atau jabatan
Sederhana adalah kegembiraan yang tak terupakan
Banyak uang banyak tanggungan
Tanpa cinta takan berasa sayang


Bunga-bunga mimpi tak sekedar hayalan
Terjadi lagi dalam bangunnya
Sistematika kehidupan yang sungguh idaman
Ucapan sukur amat terdalam terhadap tuhannya kehidupan

Entah siapa yang akhir-akhir ini menggadaikan kunci kemakmuran
karya tuhan yang takan tergantikan
Dikantongi dalam bidang-bidang dan kotak-kotak kehidupan
Memisahkan kesenangan-kesenangan
Memilih yang terindah untuk digunakan
Orang-orang beruang yang diizinkan
heran sungguh aku tak kuasa berpikir instan

dimanakah tanah kita
oooo…perut-perut buncit tak tertahankan
melahap tanah kami hingga ke pelaminan
hanyutlah sudah semua senyuman

siapakah yang dapat kami Tanya?
Teman-teman sipakah yang teman?
Ataukah kawan-kawan yang sebenarnya hanyalah lawan?
Sekarang aku menjerit kaka tanpa rayuan
Sebenarnya tanah ini milik siapa?

Kami bisa saja bertahan dalam podasi kaki ayam
Bersatu tuk berusaha mengek sisa-sisa sayang
Barangkali masih ada harta terpendam
Dari jasad-jasad kebangkitan kelam

Berdoalah untuk kembali datang
Atau merenung untuk sekedar mengenang
Membayang keajayaan nenek moyang yang telah silam
Cinta kasih yang sungguh terdalam

Budaya baru dari sudut babakan tangah

Pengalaman luar biasa, melintasi perbedaan budaya. aku yang kini tinggal di babakan tengah dan berdiam dalam sebuah pesantren mahasiswa baru saja terkejut luar biasa sekaligus gembira dan bangga.

menjelang bulan suci Ramadhan matahari terlihat melambai begitu santai, angin mengalir mengibarkan kumis tipis dan beberapa untaian jenggotku yg kuat. tenanggg rasanya

kebiasaanku untuk makan malam setelah solat magrib aku laksanakan seperti biasanya namun ditambah sedikit teriakan semangat mengetok-ngetok kamar lainnya sembari bilang "1 romadon euyy !! satu bulan lg Lebaran Nih !!ahahah " begitulah hingga aku pergi ke warnas Alfin Jaya untuk memakan nasi.

Sungguh kaget tak kuduga, sesaat setelah adzan berkumandang penuhlah gang masjid dengan ibu-ibu, bapak-bapak, adik-adik, kakak-kakak yang ingin solat isya. subhanallah.. hidayah Ramadhan sungguh terasa ya?

setelah itu akupun siap2 buat solat. ku ambil baju muslim dan sarung. tak lupa kopiah dan sajadah sebagai pelengkap. dan apakah yang terjadi?? wooww.... masjid penuh hingga tumpeh-tumpeh kejalanan. menggunakan sedikit keahlian menyusup, akupun nyempil diantara orang2 yang sedang solat di jalanan.

Tidak cukup sampai disitu, kami pun di kagetkan dengan semangat komandan tarawih yang memberikan komando bahkan saat doa belum sampai selesai dibacakan. alhasil kita langsung berdiri. yaaa begitulah geloranya membara.

semangat Ramadhan tidaklah berhenti pada golongan tua. golongan muda lebih membara raya. mereka bersiaga sesaat setelah salam solat witir di tunaikan, menghadap bedug yg berdiri kokoh di bawah tangga masjid. kemudian... dug...dugdugdug... dugdugdugdug.. mereka menabuh bedung dengan riang gembira. membawa hati yang ceria. sempat ku berpikir ini anak g di marahin orang tuanya apa? namun itulah budaya..

ada peribahasa: dimana bumi di pijak, disitu langit di junjung
nampaknya hal inilah yang harus aku sadari dan nikmati sebagai kekayaan ragam manusia menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan...

--Babakan Tengah--
@masjidAlwusto

Minggu, 08 Maret 2015

waktu

ada yang unik didalam hidupku saat ini

akhirnya semakin detik semakin pahamku mengalir tentang arti kehidupan
atau mungkin hanya sekedar belajar memahami keadaan
yang terus berubah dan berubah tak karuan
yang kemudian menjadikan sebagian orang kebingungan

sebenarnya bagaimanakah waktu berjalan
hingga seringkali waktu terasa tak tertahan
mengalir deras bak ombak dilepas pantai
tetap berjalan walau terburu buru atau berjalan santai

kini apa lagi yang diri ini nanti
apakah tertawa akan selalu melambangkan suka
apakah ini yang akan terjadi
ataukah semua hanya pengharapan semata

#berucapSantai

Rabu, 26 Maret 2014

lirik lagu susu by Asyik.com Band

*
Pagi-pagi minum susu
siang-siang minum susu
malam-malam minum susu
tiap hari minum susu
tapi jangan sering-sering
nanti sering ke kamar mandi..

reff:
Pagi-pagi minum susu
siang-siang minum susu
malam-malam minum susu

tiap hari minum susu
sehari lebih dari 5 kali
esok hari ruang ICU
kamar mayat

**
Dari pada intisari
lebih baik indomilk

badan sehat tulang kuat
esok jadi wiro sableng..

***
Pagi-pagi minum susu
siang-siang minum susu
malam-malam minum susu

tiap hari minum susu
sehari lebih dari 5 kali
asal jangan minum susu
susu basi

kajeun keneh intisari
daripada susu basi
susubasi bikin heppy..
langsung mati





Minggu, 02 Februari 2014

Ketika Air Marah

-

Muhammad Machrush Cania Putra. (Foto: dok. pribadi)Muhammad Machrush Cania Putra. (Foto: dok. pribadi)
DIdunia ini hanya ada dua tipe zat, yaitu pencipta dan yang diciptakan. Tuhan adalah Sang Pencipta dan selain itu adalah makhluk ciptaan-Nya. Manusia adalah salah satu makhluk dari ciptaan tuhan yang hidup di dunia ini. Kita perlu ingat bahwa ciptaan tuhan bukanlah manusia saja. Mungkin sedari kecil kita telah diperdengarkan pelajaran terkait ciptaan tuhan seperti pada penggalan lirik dari lagu anak-anak berjudul “Pelangi” yaitu, “Pelangi-pelangi, ciptaan tuhan.” Hal tersebut menandakan perlunya kita menyadari bahwa di dunia ini makhluk tuhan bukanlah hanya manusia juga terdapat hewan tumbuhan. Makhluk ciptaan tuhan juga termasuk benda-benda yang tidak dapat kita definisikan sebagai makhluk hidup seperti gunung, langit, api, air dan sebagainya.
Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang memiliki tugas sebagai pengelola bumi. Sebagai makhluk yang memiliki akal dan pikiran, sungguh ironis ketika melihat ternyata sang pengelola ini tidak menjalankan tugasnya dengan baik; malah fokus pada kepentingan pribadi. Manusia perlu membuka mata terkait hak-hak makhluk lain, seperti air. Pada dasarnya mereka adalah makhluk yang ditakdirkan untuk mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Lalu mengapa manusia heran ketika air menjadi “marah” lantaran manusia mendiami tempat air seharusnya berada? Apakah karena manusia bisa berbicara sehingga bisa menyalahkan air pada sesama dan tuhannya.

Ibu kota merupakan suatu sistem yang sangat kompleks. Telinganya sudah terlalu sempit untuk merasa. Suatu tindakan merupakan cara terbaik untuk mendapat perhatiannya, untuk protes dan berbicara juga mendukung manusia yang peka terhadap hidup dan lingkungan. Alangkah indahnya bila air dan manusia bisa saling toleransi dan bermanfaat dalam batas-batas yang tepat. Mungkin dengan memberikan jalan yang cukup di kala air hendak lewat mencapai tempat tujuan (lautan) tanpa blokade sampah-sampah sehingga air tidak perlu mencari jalan lain untuk pulang.

Muhammad Machrush Cania Putra
Mahasiswa Departemen Agribisnis
Institut Pertanian Bogor (IPB)

Sabtu, 14 September 2013

Kok Tidak Ada Perpeloncoan?

Citra ospek sangat kuat dengan asas senioritas dan kegiatan pembentukan mental dengan tekanan.
 
ALHAMDULILLAH, sekarang saya telah menjadi mahasiswa Agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB), setelah menjalani prasyarat selama kurang lebih dua belas tahun di SD, SMP dan SMA. Senang rasanya menjajaki dunia baru dalam atmosfer perkuliahan, yang katanya tempat lahir kaum intelektual. Sejenak terlintas akan bahagianya kehidupan itu dalam keberagaman dan kebebasan berpikir dan berekspresi.
 
Pada awal masuk universitas, pastilah ada masa perkenalan antara mahasiswa baru dengan lingkungannya. Saya sempat bingung dan pesimistis melihat informasi dari berbagai sumber yang memberitakan kekejaman saat masa ospek. Mulai dari mengenakan baju yang aneh-aneh, rambut diikat sana-sini, melakukan hal-hal di luar nalar pelajar demi tujuan-tujuan kekompakan, penghormatan, dan saling menghargai.
 
Di IPB juga ada masa orientasi mahasiswa baru yang dikenal dengan istilah Masa Perkenalan Mahasiswa Baru (MPKMB). Serupa tapi tak sama terjadi di sana. MPKMB bukanlah perpeloncoan belaka, namun kegiatan yang sangat menjunjung nilai-nilai kebaikan yang diekspresikan dengan tidak berlebihan. Kami pun dapat berpikir lebih dewasa lagi usai masa perkenalan ini
 
Bukan pakaian dan kegiatan aneh yang kami lakukan di MPKMB, melainkan kegiatan positif yang mengajarkan disiplin dan kreatif serta bersifat membangun kesadaran diri akan kemandirian dan tanggung jawab. Barang-barang yang harus dibawa pun adalah barang-barang yang kita butuhkan untuk mengikuti agenda ini dengan lancar. Misalnya membawa payung karena Bogor adalah Kota Hujan atau menggunakan name tag agar sesama peserta dapat saling kenal, dsb.
 
Jadi, sekarang memanglah sistem yang digunakan di berbagai universitas sudah tidak lagi berlebihan. Semuanya dibuat cukup, tidak ada maki-memaki dari senior yang berlebihan. Kegiatan ospek pun benar-benar mengenalkan lingkungan di kampus tersebut. Dan akhirnya aku pun bertanya sendiri,”Kok tidak ada perpeloncoan?”
 
Muhammad Machrush Cania PutraMahasiswa Departemen Agribisnis
Institut Pertanian Bogor (IPB)
(//rfa) 


salah satu situs yang memuat tulisan ku :

http://kampus.okezone.com/read/2013/09/09/367/862834/kok-tidak-ada-perpeloncoan

Senin, 01 Juli 2013

Milih Jurusan Sesuai Cita-Cita


SEMENJAK kita kecil, kita selalu disibukkan dengan berbagai pertanyaan tentang cita-cita. Menjadi seorang dokter, guru, dan polisi adalah kata-kata yang tidak pernah absen dalam pendidikan usia dini di negeri kita tercinta ini.

Lalu, apakah sebuah cita-cita hanya akan menjadi sebuah kata untuk menjawab pertanyaan orangtua, guru, atau teman tentang menjadi apa kita nantinya atau kah memang benar suatu hal yang ingin kita capai selanjutnya dalam kehidupan ini.

Kini saatnya teman-teman semua membuka kembali sebuah mimpi yang sebenarnya akan kita capai dan nasib yang akan kita jalani nanti. Saatnya teman-teman mengambil satu langkah ke depan untuk menentukan sejarah yang akan tercipta dari semua mimpi-mimpi yang kita inginkan semenjak dahulu saat mimpi itu muncul dengan berbagai kebaikan yang akan terjadi akibatnya.

Hidup adalah pilihan. Banyak orang yang berkata akan sebuah kenyataan yang pahit dan seolah-olah memang nasib pahit itu lah yang bisa kita dapatkan karena beberapa kesalahan kecil yang kita buat atau kemampuan yang belum muncul dan akhirnya merendahkan cita-cita kita.

Apakah karena kita memiliki nilai yang tidak begitu tinggi sehingga cita-cita kita ganti dengan sesuatu hal yang sebenarnya tidak kita inginkan demi sebuah pendidikan yang belum tentu kita inginkan atau biasa disebut dengan "menjalani nasib" dan sadar akan kemampuan.

Ini kita, ini hidup kita, nasib kita lah yang mengusahakan dan Tuhan lah yang berhak menentukan karena pilihan hanya perlu konsekuensi untuk dijalani.

salah satu situs yang menayangkan tulisan ane :
http://kampus.okezone.com/read/2013/06/19/367/824600/redirect

Persiapkan Faktor "X"

detail 
Muhammad Machrush Cania Putra. (Foto: dok. pribadi) 

TINGGAL hitungan hari, ujian nasional (UN) akan segera dilaksanakan. Seluruh siswa menyambutnya dengan penuh antusiasme dan harapan karena bisa jadi ini adalah salah satu pintu menuju kehidupan dunia nyata yang penuh dengan tantangan dan kenyataan. Banyak persiapan yang selalu dilakukan seperti belajar intensif hingga aktif mengikuti  bimbingan belajar (bimbel) untuk mempersiapkan semua itu. Gelar siswa pun tidak terasa sudah di ambang batas.
UN merupakan ujian formal yang bertujuan untuk menguji ilmu kita sebagai siswa selama tiga tahun belajar di sekolah. Sehingga, seharusnya kita tidak perlu khawatir lagi akan agenda tahunan ini. Kita dapat lebih bersantai menikmati suasana sekolah yang sebentar lagi akan ditinggalkan, lebih banyak bercengkrama dengan perangkat-perangkat sekolah ataupun sekedar bergurau dengan teman-teman.

Adalah hal biasa dalam menghadapi UN jika kita berjuang keras dan melakukan persiapan yang luar biasa dahsyat. Termasuk juga menjaga kondisi tubuh agar terhindar dari gejala stres dan ketakutan yang berlebihan.

Pada prinsipnya yang harus dipersiapkan adalah faktor “x”. Seringkali kegagalan terjadi dari kesalahan-kesalahan kecil di luar dugaan kita seperti alat tulis, transportasi, dan manajemen waktu. Bayangkan saja bila nanti saat ujian kita terlupa untuk membawa alat tulis atau alat tulis yang kita bawa rusak, kita akan membuang waktu untuk mencari alat baru yang dapat mendukung. Lalu bayangkan pula bila saatnya tiba ternyata kita terlambat karena sedang terjadi kemacetan panjang dan akhirnya tidak dapat mengikuti ujian. Manajemen waktu juga sangat penting saat keadaan seperti ini, untuk mengulang materi ujian perlulah waktu yang cukup saja, jangan dipaksakan dan berlebihan karena dapat membuat kita bangun terlambat. Selain itu, pengulangan materi tadi pun jadi sia-sia.

Oleh karenanya persiapan faktor-faktor lain di luar pelajaran sangatlah penting. Walaupun kecil, namun yang kecil tersebut dapat menentukan kesusesan ataupun kegagalan konyol yang mungkin akan disesali hingga akhir hayat kita.

http://kampus.okezone.com/read/2013/04/13/367/790920/persiapkan-faktor-x
 

Jumat, 12 April 2013

Perubahan Warna Langit Ketika Waktu Sholat Tiba



. Waktu Sholat Subuh

Jika kita sering memperhatikan waktu selepas shubuh, apalagi menjelang siang, langit seringkali berwarna biru yang diselingi dengan merah (oranye) yang dihasilkan oleh sinar mentari yang akan terbit.

Dalam Islam, tidur setelah shubuh sangat dilarang karena akan ketinggalan rezeki. Seperti Sabda Rasulullah : “Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya,” (HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahih At-Targhiib waTarhiib no, 1693)

Selain itu, mengapa kita tidak dibenarkan tidur selepas subuh adalah karana warna biru mempertenagakan kelenjar tyroid. Bila kelenjar tyroid kita lemah, kita akan mengalami masalah kehausan sepanjang hari.

Pada waktu shubuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem metabolisma tubuh.

Jadi warna biru muda atau waktu shubuh mempunyai rahasia yang berkaitan dengan rezeki dan komunikasi.

Mereka yang kerap tertinggal waktu shubuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama-kelamaan akan menghadapi masalah komunikasi dan rezeki. Ini karena tenaga alam yaitu biru muda tidak dapat diserap oleh tiroid yang mesti berlaku dalam keadaan roh dan jasad dalam keadaan tidur dalam arti kata lain lebih baik terjaga daripada tidur. Di sini juga dapat kita ambil hikmah untuk solat di awal waktu.

Bermulanya saat azan shubuh, tenaga alam pada waktu itu berada pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep resonansi pada waktu rukuk dan sujud. Jadi mereka yang terlewat shubuh sebenarnya sudah mendapat tenaga yang tidak optimum lagi.

2. Waktu Sholat Dzuhur

Ketika ini warna kuning mendominasi atmosfera. Mengurangi makan pada waktu kuning (siang hari) ialah amalan terbaik untuk menjaga supaya pemikiran menjadi kreatif, tajam, dan peka. Ini mengapa kita amat digalakkan untuk melakukan puasa sunah Senin dan Kamis untuk menggurangi beban kerja organ pencernaan.

Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan atau terlewat Zuhurnya berulang- ulang kali dalam hidupnya akan menghadapi masalah di perut dan hilang sifat cerianya.

3. Waktu Sholat Ashar

Kemudian warna alam akan berubah kepada warna oranye, yaitu masuknya waktu Ashar di mana spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovarium dan testis yang merangkumi sistem reproduktif.

Rahasia warna orange ialah kreativitas. Orang yang kerap tertinggal Asar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih malang lagi kalau di waktu Asar dipakai buat tidur.

4. Waktu Sholat Magrib

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini alias menjalankan sholat Maghrib dulu.

Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.

Tahukah Anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini.

5. Waktu Sholat Isya

Apabila masuk waktu Isya, alam berubah ke warna merah dan seterusnya memasuki fasa kegelapan. Waktu Isya ini menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian dimana frekuensinya bersamaan dengan sistem kawalan otak.

Mereka yang kerap ketinggalan Isyanya akan selalu berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam kegelapan dan sebetulnya, inilah waktu tidur dalam Islam dimana keseluruhan sistem tubuh berada dalam keadaan relaks atau istirahat. Allohu alam bi shawwab.

-Neo Helmy Latief-

sumber :http://www.islamind.com/2013/01/perubahan-warna-langit-ketika-waktu.html

Solehah




Pantulan bayangan ku menghalangi pandangan ini
Menahanku menikmati pohon kelapa itu
Di depan jendela aku berdiri
Melihat ia menari bergoyang terhembus angin lalu

Wahai nona siapa nona?
Paras indan berselimut kain
Menelan semua ombak dunia yang fana
Luna maya apakah mungkin

Dia biru aku yang hitam
Mulai subuh hingga tenggelam
Aku malu akulah hitam
Mengecat cepat buruk kelam hitam yang mengecam


Selasa, 19 Maret 2013

postingan online pertama media :)


wkwkwkwkwk...
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/16/367/776883/ketenangan-dalam-keperihan-akhir-bulanhttp://kampus.okezone.com/read/2013/03/16/367/776883/ketenangan-dalam-keperihan-akhir-bulan

Ketenangan dalam Keperihan Akhir Bulan

Minggu, 17 Maret 2013 11:48 wib
-
Muhammad Machrush Cania Putra. (Foto: dok. pribadi) Muhammad Machrush Cania Putra. (Foto: dok. pribadi)
HIDUP di dunia memang sebentar saja, ada akhirat di seberang sana. Tak perlu kau meragu dan berpikir, cukup jalani dengan keyakinan.
Menjadi mahasiswa merupakan pilihan yang berat. Belajar dan berprestasi merupakan agenda wajib yang selalu diusahakan. Dengan memilih menjadi mahasiswa, kita telah meninggalkan kesempatan-kesempatan berharga seperti bekerja dan sebagainya. Akibatnya, kita pun tidak berpenghasilan. Jadi alangkah ruginya bila pilihan sebagai mahasiswa ini tidak kita maksimalkan.

Sebagai mahasiswa yang tidak bekerja, pastilah kita menggantungkan diri pada kiriman dari orangtua maupun penyokong lainnya, seperti beasiswa. Baik kiriman uang maupun beasiswa biasanya diberikan saat awal bulan. Rutinitas ini mengakibatkan sindrom galau di akhir bulan, ketika ketebalan dompet sudah tidak bisa mengganjal kebutuhan dan keinginan yang begitu tidak terbatas. Biasanya ditandai dengan mulainya menghindari kafe dan beralih pada warung kopi.

Berbagai solusi seperti meminjam uang ke sana ke mari dan meminta uang tambahan atau sekedar meminta percepatan kiriman dengan berbagai alasan yang meyakinkan adalah agenda wajib sebagian mahasiswa. Ya, mungkin dengan mengambil moto “gali lubang tutup lubang” keuangan dirasa tidak masalah bagi beberapa mahasiswa. Padahal, moto ini pada sebagian mahasiswa sering kali menjadi cara yang sangat menyesatkan. Terlebih ketika ternyata lubang yang kita gali terlalu dalam dan tak cukup dana untuk menutup lubang sebelumnya. Kondisi inilah yang biasanya memicu keterampilan negosiasi mahasiswa terutama dalam membayar utang dan kos atau kontrakan rumah.

Pada prinsipnya ketenangan adalah kunci utama dalam menghadapi masalah. Dengan ketenangan kita dapat selalu berpikir positif tentang semua permasalahan yang timbul. Jika tenang, maka kita akan siap berargumen saat keadaan mendesak (saat penagihan untuk pembayaran kos dan utang), lebih rajin beribadah (mengharap rezeki), menjadi soleh dengan mengimbau untuk senantiasa bersedekah, dan banyak hal lainnya. Melaksanakan unsur-unsur ibadah seperti menjaga silaturahim juga bisa menjadi salah satu solusi. Mungkin dari kunjungan kita ke kerabat, kita bisa mendapat proyek bisnis, tambahan ide, kesenangan dan bahkan sekadar jamuan makan siang. Hal tersebut dapat terjadi karena kita akan mengingat kembali bahwa setiap makhluk hidup memiliki jatah rezekinya masing-masing yang dijamin sendiri oleh Tuhan. Lihat saja orangtua burung yang tidak sekolah ataupun bekerja di kantor dan menerima gaji masih tetap bisa bertahan hidup. Mereka selalu membawa makanan di sore hari untuk anak-anaknya di sarang. Jadi dengan ketenangan, segala masalah akan terasa mudah dan selalu dapat diatasi.

Ketenangan dalam menghadapi akhir bulan ditambah dengan kerja keras akan menghasilkan kesempatan besar. Karena dengan kesulitan kita akan berpikir dan dengan kerja keras hasil pemikiran akan tercapai.

situs yang rela nge-post :
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/16/367/776883/redirect

Sabtu, 16 Maret 2013

FITRI JATI

ketika itu kakiku beku

terperanga dalam kesan mendalam itu

kekuatan itu takan palsu

fitri indah tak meragu

mengapa keras jati ini

padahal fitri tak menanti

lama waktu beruraian terkunci dalam lemari

dengan kelembutan berselimutkan suci

pohon itu jati suci bertengger depan jendela

melampaui batas indah tak terduga

teman fuji di samping pintu kamarnya

fitri jati itulah kiranya

pengarang : M. Machrush Cania P.

Kamis, 14 Februari 2013

Rangkaian Besi tak Bisa Berenang


Jakarta merupakan Ibu Kota dari negeri kita Indonesia yang merupakan sebuah model kebudayaan modern yang di kenal di Indonesia
Sebanyak 9.607.787 jiwa warga Ibu Kota berdasarkan data dari BPS hasil sensus 2010 kini selalu di hantui rasa khawatir karena curah hujan di dataran tinggi mengakibatkan penumpukan volume Air di  dataran rendah, layaknya hujan yang begitu kencang mendarat karena pengaruh dari gaya gravitasi  membuktikan bahwa ada kekuatan alamiah yang tidak bisa kita control dengan mudah
Sejak intensitas hujan di daerah hulu tinggi, intensitas air yang dibawa ke hilir juga tinggi, bersatu dan menjadi suatu kesatuan air dengan volume yang luar biasa sehingga menghancurkan tanggul dan membiarkan air berkunjung ke tempat manusia beraktifitas
Text Box: Banjir di Jalan Thamrin (foto: Heru Haryono/Okezone)

Hal ini menyebabkan matinya aktifitas di titik tersebut karena untuk bepergian pun harus menggunakan perahu atau semacamnya
Pada awalnya banyak masyarakat yang terus memaksakan kendaraannya melaju menerjang banjir yang tingginya rata-rata diatas 60 cm. Mungkin karena desakan waktu, kebutuhan dan pertimbangan lainnya mereka memaksakan diri . Akibatnya akan terjadi kerusakan pada mesin, yaitu ketika air banjir tersebut merembes pada mesin, pengapian tidak akan terjadi dengan baik dan akhirnya mati.Walaupun mesin di disain untuk dapat tahan air tetap saja air dapat tetap masuk dari berbagai celah yang sangat sempit. Hal yang dapat kita lakukan adalah mencabut businya dan membersihkan air tersebut dengan menyemprotkan angin berkecepatan tinggi
Air banjir yang mengakibatkan pengguna jalan tidak dapat melihat permukaan jalan sangat membahayakan karea dapat membuat pengendara motor kehilangan keseimbangan.
Banjir membawa berbagai sampah dan sebagainya menyebar ke berbagai sudut banjir termasuk berbagai benda tajam yang dapat melukai kaki dan  membocorkan ban kendaraan  dan mengharuskan pengendaranya mendorong kendaraannya menerjang banjir .
Andaikan rangkaian besi ini dapat berenang mungkin banjir tidak akan menjadi penghalang bagi masyarakat berpindah tempat dan mendistribusikan berbagai kebutuhan sehingga tidak perlulah menggunakan alat-alat berbiaya operasional tinggi untuk mendapatkan bahan bantuan